Jumat, 29 November 2013

Sampah Daun dan Sungai Tercemar


Institut Teknologi Sepuluh Nopember merupakan eco campus. Tentu saja di dalamnya terdapat banyak sekali pohon-pohon untuk habitat berbagai macam burung. Dewasa ini kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember banyak sekali sampah daun yang tidak dibersihkan. Sampah daun tersebut menjadikan lingkungan kotor dan membuat warga yang melintas merasa tidak nyaman. Penumpukan sampah daun disebabkan karena sedikitnya tenaga kerja untuk membersihkan sampah-sampah daun tersebut. Selain itu alat yang digunakan untuk membersihkan sampah masih manual seperti memakai sapu sehingga membutuhkan banyak tenaga dan membutuhkan banyak waktu.
Selain permasalahan tentang sampah daun, ada permasalahan mengenai sungai. Sungai yang ada di dalam kampus ITS sangat tercemar. Warna air sungainya sangat keruh dan banyak sekali sampahnya sehingga menimbulakan bau tidak sedap. Penyebab dari keruhnya air sungai disebabkan karena pabrik di sekitar ITS membuang limbah di sungai dan para warga disekitar sungai juga membuang sampah ke sungai.
Untuk masalah sampah daun dapat diatasi dengan membuat sebuah alat yang dapat membersihkan daun dengan cepat dan dengan waktu yang singkat sehingga walaupun tenaga kerja sedikit, sampah-sampah daun bisa dibersihkan semua. Selain bisa membersihkan daun, alat tersebut bisa mencacah daun menjadi bagian yang kecil-kecil. Sampah daun yang sudah hancur bisa dikumpulkan menjadi satu kemudian diolah menjadi pupuk kompos. Dengan begitu, selain lingkungan menjadi bersih dari sampah daun, kita juga akan mendapat keuntungan lain yaitu tersedianya pupuk kompos gratis.
Kemudian masalah sungai yang tercemar bisa diatasi dengan sebuah alat yang bisa menyaring sampah yang ada di sungai dan bisa menjernihkan air sungai. Alat tersebut diletakkan di tengah-tengah sungai. Air sungai yang melewati alat tersebut akan diproses menggunakan teknologi yang canggih sehingga air yang sudah diproses menjadi bersih kembali.

Jadi, dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sampah daun dan sungai yang tercemar di ITS dapat diatasi dengan alat penyapu daun dan alat penyaring dan penjernih air sungai.

Sabtu, 12 Oktober 2013

Happiness :)

Semua berawal dari mimpi. Dulu pas waktu SMP, aku punya mimpi masuk SMA negeri dan kuliah di bidang fisika di UGM. Dan 2 mimpi itu benar-benar terwujud, walaupun dengan perjuangan yang nggak mudah. Dua tahun yang lalu, aku diterima di SMAN 1 Sukoharjo. Awalnya sih nggak nyangka banget ya kalo bisa sekolah di SMAN 1 Sukoharjo. Habis lulus dari SMA, aku diterima di ITS jurusan Teknik Fisika. Agak melenceng dari tujuan awal, tapi yang di bidang fisika udah tercapai. Dan sekarang mimpi yang aku pegang adalah bisa lulus 3,5 tahun terus kerja di perusahaan multinasional, gajinya banyak dan sebagian bisa disumbangkan untuk hal yang bermanfaat, terus bisa KELILING LUAR NEGERI, minimal di ARAB SAUDI, JERMAN dan PERANCIS. Dan yang paling diinginkan saat ini adalah punya kamera SLR :3 Aah, aku benar-benar seorang pemimpi! Memimpikan hidup yang mulia :)

Yang jelas, sekarang berjuang dulu. Sekarang adalah masa-masa prihatin, masa bersusah payah, yang semuanya bisa dihadapi dengan modal rai gedhek, yang semuanya harus dibayar dengan mengerjakan tugas yang dikerjakn sampe begadang, yang semuanya seharusnya dilakukan ikhlas demi mencari ridhoNya. Setelah itu pasti akan dibayar dengan 'sesuatu' yang lebih, yang bisa merajut senyum orang-orang yang aku sayangi. Aamiin ya robbal 'alamiin.

Sepatah Kata

Udah lama nggak ngepost, kangen nih. Tadi habis liat blognya Kintan, isinya sama seperti yang aku rasain. Masa putih abu-abu adalah masa yang pengen diulang kembali. Kalo inget pas kumpul bareng anak-anak aksara, hati itu rasanya nyesek banget, pengen nangis. Waktu ternyata berlalu begitu cepat. Sekarang kayaknya merasa sangat tua, udah kuliah, terus kerja, nikah, punya anak, dan kembali. Pastilah tanggung jawabnya nambah. Ya Allah, pasti tiba-tiba langsung speechless gini. Semoga waktuku tidak kusia-siakan, semoga semua bisa bermanfaat dan termasuk menjadi orang-orang yang beruntung. Aamiin :')